Metland Rumah Impian Investasi Masa Depan

Minggu, 24 November 2013

Bindo


MANFAAT KARYA ILMIAH
Tugas ini di susun untuk memenuhi mata kuliah bahasa indonesia semester genap
Dosen Pengampu : Isriani Hardini
http://buku-on-line.com/wp-content/uploads/2012/04/Logo-STAIN-Pekalongan.gif
Disusun Oleh :
Liya Nadhifah             (20221120)
Fitriyanti                     (20221120)
Nadia Mas’udah         (20221120)
Muhammad Zuhdi      (20221120)
Slamet Muzakki          (2022112015)
Elsa Mulyani               (2022112018)
Imro’atun Khasanah   (2022112019)
Nur Afifah                  (2022112020)
Frinka Azira Riska      (20221120)

KELAS PBA A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
STAIN PEKALONGAN
2013


KATA  PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Manfaat Karya Ilmiah”.
Dalam penyelesaian makalah ini,penulis banyak mendapat bimbingan, pengarahan, bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1.      Ibu Isriani Hardini selaku dosen pengampu
2.      Semua teman-teman yang telah membantu dan memotivasi dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca akan penulis terima dengan senang hati,agar di lain kesempatan penulis dapat membuat makalah yang lebih baik.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita.
Pekalongan,

                                                                                    Penulis






DAFTAR ISI




BAB I 

PENDAHULUAN

 

A.Latar belakang

Di era sekarang ini, penting bagi kita untuk mengetahui penulisan karya ilmiah yang benar. Terutama bagi mahasiswa merupakan bekal yang sangat penting, karena pada setiap tugas, dosen akan memberikan tugas makalah dan tentunya apabila mahasiswa itu tidak memahami penulisan karya ilmiah yang benar maka bisa jadi akan mempersulit dalam pengerjaan tugas makalah tersebut.

Mungkin bagi sebagian mahasiswa, ini hal yang sangat mudah dan sepele namun jika masalah ini disepelekan maka akan menjadi hal yang sangat sulit. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan membahas tentang penulisan karya ilmiah yang benar.

B. Rumusan masalah

1.      Apa pengertian dari karya ilmiah ?
2.      Bagaimana manfaat karya ilmiah ?
3.      Bagaimana sistematika penulisan karya ilmiah ?
4.      Apa perbedaan karya ilmiah dan karya non ilmiah ?

C. Tujuan

1.      Dapat mendefinisikan pengertian karya ilmiah.
2.      Dapat memahami manfaat karya ilmiah.
3.      Memudahkan dalam mengetahui sistematika penulisan karya ilmiah.
4.      Dapat mengkaji dengan baik mengenai karya ilmiah dan karya non ilmiah.

BAB II

PEMBAHASAN


A .Definisi Karya Ilmiah

Karya ilmiah (bahasa Inggrisscientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.[1]
Karya Ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.[2]
Brotowijaya (1985:8-9) menyatakan bahwa karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta-fakta yang ditulis menurut metodologi penulisan secara baik dan benar. Karya ilmiah harus ditulis secara jujur apa adanya dan akurat sesuai dengan kebenaran tanpa melihat akibat yang ditimbulkan.[3]
Menurut Indriati (2002 : 103-104), jenis karya ilmiah dibedakan menjadi:
  1. Laporan penelitian
Yaitu laporan yang ditulis berdasarkan penelitian, misalnya laporan penelitian yang didanai oleh fakultas dan universitas, laporan ekskavasi arkeologi yang dibiayai oleh departemen kebudayaan.
  1. Skripsi
Yaitu tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (S1).
  1. Tesis
Yaitu tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2) yaitu master atau magister
  1. Disertasi
Yaitu tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata tiga atau (S3) yaitu doctor.
  1. Surat pembaca
Yaitu surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
  1. Laporan kasus
Yaitu tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.
  1. Laporan tinjau
Yaitu tulisan yang berisi tinjauan karya-karya ilmiah dalam kurun waktu tertentu, missal: biological, antropologi, in the Americas: 1900-2000
  1. Resensi
Yaitu tanggapan terhadap suatu karangan atau buku yang memaparkan manfaat karangan atau buku tersebut bagi pembaca.
  1. Monograf
Yaitu karya asli menyeluruh dari suatu masalah. Monograf ini dapat berupa tesis ataupun disertasi.
  1. Referat
Yaitu tinjauan mengenai karangan sendiri dan karangan orang lain.
  1. Kabilitasi
Yaitu karangan-karangan penting yang dikerjakan sarjana departemen pendidikan nasional untuk bahan kuliah.[4]

B. Manfaat Karya Ilmiah

Menurut sikumbang (1981), manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
·       Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
·       Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
·       Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
·       Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
·       Memperoleh kepuasan intelektual;
·       Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
·       Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

C. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Bagian Pembuka

·       Cover
·       Halaman judul.
·       Halaman pengesahan.
·       Abstraksi
·       Kata pengantar.
·       Daftar isi.
·       Ringkasan isi.

Bagian Isi

Pendahuluan

·       Latar belakang masalah.
·       Perumusan masalah.
·       Pembahasan/pembatasan masalah.
·       Tujuan penelitian.
·       Manfaat penelitian.

Kajian teori atau tinjauan kepustakaan

·       Pembahasan teori
·       Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
·       Pengajuan hipotesis

Metodologi penelitian

·       Waktu dan tempat penelitian.
·       Metode dan rancangan penelitian
·       Populasi dan sampel.
·       Instrumen penelitian.
·       Pengumpulan data dan analisis data.

Hasil Penelitian

·       Jabaran varibel penelitian.
·       Hasil penelitian.
·       Pengajuan hipotesis.
·       Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.[5]

D.      Perbedaan Karya Ilmiah, Semi Ilmiah dan Non Ilmiah

A.  Karya Ilmiah
Karakteristik Karya ilmiah
·    Sistematis, segala yang dikemukakan disusun dalam urutan yang memperlihatkan adanya kesinambungan.
·         Objektif, segala keterangan yang dikemukakan menurut apa adanya.
·    Lengkap, segi-segi masalah yang diungkapkan itu dikupas selengkap-lengkapnya
·         Lugas, pembicaraan langsung kepada hal pokok
·    Saksama, berusaha menghindarkan diri dari segala kesalahan betapa pun kecilnya.
·    Jelas, segala keterangan yang dikemukakan dapat mengungkapkan maksud secara jernih.
·    Kebenarannya dapat diuji (empiris).
·    Terbuka, konsep atau pandangan keilmuan dapat berubah seandainya muncul pendapat baru.
·    Berlaku umum, semua simpulan-simpulannya berlaku bagi semua populasinya.
·    Penyajian menggunakan ragam bahasa ilmiah dan bahasa tulis yang lazim
·    Tuntas, segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.[6]
Persyaratan sebuah tulisan dianggap sebagai karya ilmiah sebagai berikut (Brotowidjojo, 1988 : 15-16) :
a.       Menyajikan fakta objektif secara sistematis.
b.      Aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.
c.       Ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak tidak bersifat terkaan.
d.      Disusun secara sistematis, direncanakan secara terkendali, konseptual dan prosedural.
e.       Menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang induktif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.
f.       Mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis.
g.      Ditulis secara tulus, tidak boleh memanipulasi fakta dan tidak boleh bersifat emotif.
h.      Bersifat ekspositoris.[7]
Asas-asas menulis karya ilmiah
1.      Kejelasan (clarity)
2.      Ketepatan (accuracy)
3.       Keringkasan (brevity)[8]

B.   Karya Non Ilmiah
Karangan non ilmiah sangat bervariasi topic dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subyektif, gaya bahasanya bias konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan popular.
Karangan non ilmiah bersifat:
1.    Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
2.    Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
3.    Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
4.    Kritik tanpa dukungan bukti.[9]
C.   Karya semi Ilmiah
Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semi-ilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semi-ilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari.
Dengan kata lain, karangan semi-ilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semi-ilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semi-ilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah.[10]
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiris.
Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.[11]

BAB III

PENUTUP


A.     Kesimpulan


Pengetahuan mengenai penulisan karya ilmiah yang benar sangatlah penting, terutama bagi mahasiswa karena dapat membantu dalam proses perkuliahannya seperti dalam pengerjaan tugas makalah. Selain itu juga, pengetahuan ini dapat digunakan dalam dunia kerja dan bisnis.

B.     Saran

            Dengan adanya makalah mengenai penulisan karya ilmiah ini,memungkinkan bagi kita untuk lebih memudahkan mengetahui bagaimana cara penulisan karya ilmiah yang sesuai dengan metode penulisannya berdasarkan panduan yang baik dan benar.


DAFTAR PUSTAKA


Ahmad Fali Oklilas. 2012. “Teknik Penulisan Karya Ilmiah Program Studi Komputer”. (http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42, diakses 27 Maret 2013).
Alek dan Achmad H.P. 2011. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Kencana
Karyanto, Umum Budi. 2012. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : STAIN Pekalongan Press.
Rahardi, Kunjana. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Penerbit Erlangga.
T-Blog. 2012.” Perbedaan Karya Ilmiah, Karya Non Ilmiah, dan Karya Semi Ilmiah”. (http://tita-online.blogspot.com/2012/03/perbedaan-karya-ilmiah-karya-non-ilmiah.html, diakses 27 Maret 2013).
Wikipedia. 2013. “Karya Ilmiah”. (http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah, diakses 27 Maret 2013).


[1] Wikipedia, Karya Ilmiah (http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah) diakses pada tanggal 27 Maret 2013
[2] Ahmad Fali oklilas, Teknik Penulisan Karya Ilmiah
Program Studi Teknik Komputer
(http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42) diakses pada tanggal 27 Maret 2013
[3] Umum Budi Karyanto, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, (Jakarta : STAIN Pekalongan Press, 2012)
[4] Ibid, hlm.100-101
[5] Wikipedia, Karya Ilmiah (http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah) diakses pada tanggal 27 Maret 2013
[6]Alek dan Achmad H.P, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Jakarta: Kencana, 2011), hlm.168

[7]Ibid, hlm.173-174
[8] Kunjana Rahardi, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, (Jakarta : Penerbit Erlangga,2010), hlm.144-145
[9]T-Blog, “Perbedaan Karya Ilmiah, Karya Non Ilmiah, dan Karya Semi Ilmiah”, 31 Maret 2012 ( http://tita-online.blogspot.com/2012/03/perbedaan-karya-ilmiah-karya-non-ilmiah.html) diakses pada tanggal 27 Maret 2013
[10]Alek dan Achmad H.P, op.cit., hlm.166-167 .
[11] T-Blog, “Perbedaan Karya Ilmiah, Karya Non Ilmiah, dan Karya Semi Ilmiah”, 31 Maret 2012 ( http://tita-online.blogspot.com/2012/03/perbedaan-karya-ilmiah-karya-non-ilmiah.html) diakses pada tanggal 27 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar